Minggu, Oktober 11, 2009

PERAWATAN JENAZAH

PENDAHULUAN Dengan menyebut nama Allah, Maha Penyayang Maha Pengasih Hai orang-orang yang beriman, takutlah(berbaktilah) kamu kepada Allah, dengan sebenar-benar takut(bakti) kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati, kecuali kamu berada dalam Islam. (QS. Ali Imran:102) Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. (QS. Ali Imran:157)

CARA PERSEDIAAN Bilamana seorang dari kamu sakit, maka hendaklah sabar(1) dan hendaklah ia kamu jenguk(2). Dan bila ia hampir sampai kepada ajalnya, maka hendaklah ia bersangka baik kepada Allah(3) dan berwasiatlah kalau ia meninggalkan barang 86 milik(4). Hendaklah ia kamu talqinkan (tuntun baca) orang yang akan meninggala "LAA ILAAHA ILLA LLAH"(5) dan hadapkan ia ke arah qiblat(6). Kemudian bilamana ia meninggal, maka pejamkanlah matanya(7) dan doakanlah baginya(8) serta selubungilah ia dengan kain yang baik(9). Kemudian lunasilah hutangnya dengan segera, kalau ia berhutang(10). Lalu segeralah pemeliharaannya(11) dan kabarkanlah kepada kerabat dan teman-temannya kaum muslimin(12).
CARA MEMANDIKAN MAYAT Kalau kamu hendak memandikan mayat maka mulailah dari anggota kanannya serta anggota wudlu(13) dan mandikanlah dengan bilangan gasal, tiga atau lima kali atau lebih dari itu, dengan air dan daun bidara, serta pada kali yang terakhir taruhlah kapur barus meskipun sedikit, dan jalinlah rambut mayat perempuan tiga pintal(14), lalu keringkanlah dengan handuk misalnya(15). Hendaklah mayat pria dimandikan oleh orang pria, dan dibenarkan bagi salah seorang dari suami-istri memandikan lainnya(16). Dan tutupilah kalau ada cela tubuhnya(17).
CARA MENGAFAN MAYAT Kafan-(bungkus)-lah mayat itu dengan baik-baik(18) dalam kain putih(19) yang menutup seluruh tubuhnya(20). Dan bila kamu hendak mengukupnya, maka ukuplah ia tiga kali(21), lulutlah ia dengan bau-bauan yang harum (cendana), kecuali mayat yang sedang berihram, maka janganlah kamu tudungi kepalanya, jangan kamu lulut badannya dan jangan pula kamu kenakan harum-haruman(22). Kafanilah mayat pria dalam tiga helai kain(23) dan mayat wanita dengan kain basahan, baju kurung, kudung-selubung lalu kain(24). Jangan berlebih-lebihan dalam hal kafan(25).
CARA MENSHALATKAN MAYAT Sesudah sempurna dimandikan dan dikafan, maka sembahyangkanlah mayat itu dengan syarat-syarat shalat(26) dengan niyat yang ikhlas karena Allah(27) dan takbir-lah lalu bacalah Fatihah dan shalawat atas Nabi saw lalu takbir, lalu 88 berdo'alah dengan ikhlas bagi mayat, maka takbirlah dengan berdo'a, lalu takbirlah kemudian do'a dengan mengangkat tangan pada tiap kali takbir. Do'a itu umpamanya: Allahummaghfirlahu- warhamhu- wa'a- fi-hi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu- wa wassi' madkhalahu- waghsilhu bima-in wa tsaljin, wa naqqihi- minal khatha-ya- kama- yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas, wa abdilhu da- ran khairan min da-rihi- wa ahlan khairan min ahlihi- wa zaujan khairan min zaujihi- wa qihi- fitnatal qabri wa'adza-bah. Atau: Alla-hummaghfir lihayyina- wa mayyitina- wa sya-hidina- wa gha-ibina- wa shaghi-rina- wa kabi-rina wa dzakarina- wa untsa-na- Alla-humma man ahyaitahu- minna- fa ahyihi- 'alal Isla- m, wa man tawaffaitahu- minna- fa tawaffahu- 'alal i-ma-n. Atau lain-lain do'a yang berasal dari Nabi saw. Dan do'a bagi anak-anak: Alla-hummaj 'alhu lana- salafan wa farathan wa ajran. Lalu bersalamlah seperti salam shalat(28). Dan bolehlah kita menshalatkannya di dalam masjid (29). Shalatkan ia, berjama'ah tiga baris (30). Dan hendaklah imam berdiri pada arah kepala mayat pria dan arah tengah(lambung) mayat wanita(31). Janganlah menshalatkan pada waktu terbit matahari kecuali sesudah naik, pada waktu tengah-tengah hari dan pada waktu hampir terbenam matahari kecuali sesudah terbenam (2). CARA MENGUBUR MAYAT Sesudah dishalatkan, bawalah janazah itu ke pekuburan dengan cepat- cepat (33) dan iringilah ia dengan berjalan di sekelilingnya, dekat padanya, dengan diam(34). Dan janganlah orang wanita pergi mengiringinya (35). Dan janganlah kamu duduk sehingga janazah itu diletakkan(36). Dan apabila kamu melihat janazah, meskipun janazah Yahudi, maka berdirilah sehingga melalui kamu atau diletakkan (37). Dan kuburlah mayat itu dalam lubang yang baik dan dalam (38). Buatlah baginya galian lahat serta pasanglah di atasnya batu-bata mentah(39) dalam kuburan kaum muslimin(40). Masukanlah mayat itu dari arah kaki kubur(41) dan bacalah ketika meletakkannya dalam kubur: "Bismilla-hi wa 'ala- millati Rasu- lilla-h"(42). Serta tutuplah atas kubur mayat wanita waktu dikuburnya(43), dan 90 turunlah ke dalam kuburnya orang yang tak bersetubuh pada tadi malamnya (44). Dan letakkanlah mayat itu menghadap qiblat (45). Janganlah kamu menguburkan mayat pada waktu matahari terbit kecuali sesudah naik, pada waktu tengah-tengah hari(matahari di arah atas kepala) dan pada waktu hampir terbenam kecuali sesudah terbenam(46), serta janganlah meninggikan kubur lebih dari sejengkal (47) serta janganlah kamu buat tembok di atasnya(48) tetapi buatlah tanda di atasnya dengan batu umpanyanya, pada arah kepalanya (49). Dan taburilah dengan tanah dari arah kepala tiga kali (50). Dan kalau kamu tiba di kuburan sedang kubur belum selesai digali maka duduklah menghadap qiblat (51). Dudukmu jangan di atas kuburan (52) dan janganlah kamu berjalan di antara kuburan dengan alas kaki (53). Bila sudah selesai menguburkan maka do'akanlah, mintakan ampun dan ketetapan hati bagi mayat (54).
HAL MELAWAT Bilamana kamu mendapat malapetaka maka berdo'alah: "Inna- lilla-hi wa inna- ilaihi ra-ji'u-n. Alla-humma ajirni- fi- mushi-bati- wakhluf li- khairan minha"(55). Lawatlah ahli mayat dan anjurilah bersabar (54). Janganlah kamu meratapi mayat (57) dan pula menampar pipi, merobek pakaian dan meratap ratapan jahiliyah (58), tetapi tidak mengapa menangisinya (59). Buatkanlah makanan bagi kerabat mayat (60) dan janganlah kamu berkumpul di tempat 91 keluarga janazah sesudah dikuburnya di mana mereka membuat makanan bagi kamu (61).
ZIARAH KUBUR Ziarahlah ke kubur, agar kamu ingat akan akhirat(62) dan janganlah mengerjakan disitu sesuatu yang tiada diizinkan oleh dan Rasul-Nya, seperti meminta-minta kepada mayat dan membuatnya perantaraan hubungan kepada Allah(63). Bila kamu sekalian datang ke kuburan maka ucapkanlah: "Assala-mu 'alaikum da-ra qaumin mukmini-na wa inna- insya- Alla-hu bikum la-hiqu-n. Alla-humma la- tahrimna- ajrahum wala- taftinna- ba'dahum" (64); kemudian menghadaplah qiblat (65) lalu berdo'a kepada Allah, memintakan ampun dan 'afiyat bagi mereka(66). Jangan orang perempuan sering berziarah ke kubur(67).
MEMBUKA ALAS KAKI DI KUBURAN Menjelaskan tanfidz kami akan keputusan Majlis Tarjih dalam Muktamar ke 27 di Malang, tentang: "Membuka terumpah dalam kuburan" yang sudah kami muat dalam Suara Muhammadiyah no. 7 tahun 1938 muka 181-183; bahwa membuka alas kaki, terumpah, sepatu, sandal dsb, itu kalau sudah berjalan di antara sela kuburan-kuburan; tetapi di jalanan dalam kuburan tidak mengapa belum dibuka. Sebagai contoh digambarkan di bawah ini:

B B

B

A

A B

B A B


A: Jalanan dalam kuburan

yang belum diperintah

membuka alas kaki.

B: Sela-sela kuburan yang

diperintahkan membuka

alas kaki.

: Kuburan-kuburan



A: Jalanan dalam kuburan yang belum diperintah membuka alas kaki.
B: Sela-sela kuburan yang diperintahkan membuka alas kaki.
▄ ▄ : Kuburan-kuburan

Dengan penjelasan tersebut, maka penanya-penanya akan mendapat keterangan yang cukup. Kemudian supaya dipenuhi sebagaimana mestinya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar